Sinopsis Jodha Akbar Episode 355

views 8046 Kali dilihat
Sinopsis Jodha Akbar Episode 355by iBerita Unikon.Sinopsis Jodha Akbar Episode 355Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 — Halo, sekarang Masih di artikel terbaru yang akan saya berikan kepada sobat sekalian yang tentunya sesuai judul diatas. Kali ini iBerita Unik akan mencoba berikan info atau artikel mengenai Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 yang nantinya dapat dilihat langsung info lengkapnya tentunya dibawah ini, Silahkan disimak dan baca ya […]

Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 — Halo, sekarang Masih di artikel terbaru yang akan saya berikan kepada sobat sekalian yang tentunya sesuai judul diatas. Kali ini iBerita Unik akan mencoba berikan info atau artikel mengenai Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 yang nantinya dapat dilihat langsung info lengkapnya tentunya dibawah ini, Silahkan disimak dan baca ya

Adegan 1

Pasukan Jalal terus mengelu elu kan nama Jalal …..
Jalal menatap pada benteng orang orang Rajvanshies dengan tatapan yang sangat marah, sebelum perang Jalal berkata : “Saya akan memberi mereka sebuah pesan” ,

ARTIKEL TERKAIT

“Mereka bisa membunuh anda, Yang Mulia” ujar Todar Mal, “Sampai hari ini, tidak ada senjata apapun yang bisa membahayakan nyawaku, tak ada seorangpun yang akan menyerangku dari belakang” kata Jalal. Jalal mengendarai kudanya melewati benteng Rajvanshies.

Tentara tentara dan pengawal pengawal yang sedang berjaga didalam benteng melihat seorang Mughal datang, lalu mereka berkata : “Kamu bisa saja dibunuh !” mereka langsung bersiap siap untuk membunuh Jalal, mereka melancarkan panah panahnya untuk menyerang Jalal, tapi tak satupun anak panah yang mengenai tubuh Jalal, salah satu tentara itu berkata : “Mungkin dia adalah Jalal !” , tentara yang lain berucap : “Tidak mungkin, para menterinya pasti tidak mungkin mengijinkannya untuk datang kesini” ,

“Heii … Dimana Uday Pratap dan Kunwar Pratap ????” teriak Jalal kepada tentara tentara tsb “Apa yang terjadi pada kalian, saya disini didepan mu ! kenapa kamu tidak membunuh saya ??? Saya adalah Jallaludin, saya akan memberikan kalian satu kesempatan, saya tidak membawa senjata apapun, ayooo ,,, bunuh saya !” teriak Jalal, Jalal menyuruh mereka untuk menyerangnya. “Kamu mempunyai kesempatan untuk membunuh saya saat ini dan kamu malah berada didalam benteng ! kamu ingin membunuh saya kan ??? ayoo bunuh saya didepan saya sekarang, jangan bersembunyi !” teriak Jalal.

Salah seorang tentara mengatakan : “Kami adalah orang Rajvanshies dan kami tidak akan membunuh seperti seorang pengecut ! kamu kesini tidak membawa senjata jadi kami tidak akan menyerangmu, itu melanggar peraturan yang ada, kami akan membunuhmu hanya di medan pertempuran !” , “Saya sudah memberikan kamu kesempatan dan kamu tidak memanfaatkannya, baiklah … saya akan segera bertemu dengan kalian semua di medan pertempuran !” teriak Jalal.

Salah seorang tentara mengatakan : “Kami akan menghancurkan mimpimu !” . “Ini peringatan dari saya bahwa saya akan membersihkan medan pertempuran dan saya akan meletakkan bendera saya disana !” ujar Jalal “Saya akan melihat sampai kapan kalian akan menyembunyikan Maharana Uday dan Kunwar Pratap !” kata Jalal sambil berlalu dari sana.

Di Istana Agra, Moti meminta Jodha untuk memakan makanannya, tapi Jodha hanya duduk dan termangu menatap langit dan berkata : “Lihatlah, Moti …. Langit saat ini berubah warnanya, lihat … itu menunjukkan warna dari kobaran api, darah … Jalal pasti sudah membunuh orang orang Rajvanshies, aku sudah memberikan tilak (restu) pada pedang Jalal bukan hanya untuk kemenangannya tapi aku juga memberikan darah pertama dari orang Rajvanshies yang telah dia bunuh” kata Jodha sedih.

“Yang Mulia akan segera kembali, Jodha” ujar Moti. “Uday dan Kuwar Pratap adalah seorang ksatria sejati, aku khawatir sama Jalal” kata Jodha lagi. “Yang Mulia juga seorang ksatria sejati, Jodha … “ jawab Moti, “Masalahnya saat ini mereka semua adalah petarung yang terbaik dan mereka saling harus darah satu sama lain, aku tidak ingin tahu apa yang terjadi di medan pertempuran, langit saat ini mengubah warnanya menjadi merah yang menunjukkan warna darah” ujar Jodha

Adegan 2

Peperanganpun akhirnya terjadi, ini adalah perang panah dan mesiu dimana kedua kubu saling melemparkan anak panah dan tembakannya satu sama lain, pasukan Jalal melemparkan anak panahnya kearah benteng Rajvanshies, “Kalau sampai mereka tidak membuka pintu gerbang benteng itu, hujani panah terus ke arah benteng Rajvanshies !” perintah Jalal

Pada malam harinya, Todar Mal berkata ke Jalal : “Pasukan pasti merasa kelaparan setibanya di benteng Rajvanshies, jadi lebih baik kita buka pintu gerbangnya nanti saja, Yang Mulia” , “Aku kesini bukan untuk menunggu dan percaya pada takdirku, aku datang kesini untuk membunuh mereka semua, aku akan menghabisi mereka semua dengan kekuatanku bukan karena rasa lapar para pasukanku ! aku akan membunuh Uday dan Kunwar Pratap, aku tidak ingin mereka membuka gerbang tapi aku akan mendobrak dinding dinding benteng itu dan menyerang mereka semua !” ujar Jalal dengan marah.

Narator : Keesokan harinya, perang panah dan mesiupun berlanjut kembali, perang ini tidak hanya terjadi selama 2 hari, ini adalah perang terbesar seperti kebencian Jalal yang terbesar, banyak tentara yang tewas di medan pertempuran.

Di Istana Rajvanshies … para tentara saling berdiskusi bahwa mereka akan membunuh tentara tentara Mughal dan akan memenangkan peperangan. Ketika salah satu tentara Rajvanshies berhasil membunuh tentara Mughal, Jalal langsung marah dan melayangkan anak panahnya kearah tentara Rajvanshies tersebut, dia membunuh salah satu prajurit Rajvanshies.

Para prajurit Rajvanshies berdiskusi bahwa pertahanan mereka bisa jebol kapan saja, “Ini waktunya untuk menunjukkan kekuatan kita pada para prajurit Mughal !” kata Pemimpin benteng Rajvanshies kepada para tentaranya , “Kita akan menangkan Mewar dari tentara Mughal, kalian harus memenangkan peperangan ini dan jangan biarkan seorangpun tentara Mughal yang masuk ke tempat kita ! kita akan memenangkan Mewar dari Mughal, tempatkan para wanita dan anak anak ditempat yang aman” ujar Pemimpin tersebut.

Di sisi lain, para perempuan Rajvanshies juga sedang berdiskusi, mereka tidak akan membiarkan tentara Mughal menyerang Mewar mereka, mereka tidak akan memberikannya pada tentara Mughal, mereka akan melakukan ‘jauhur’ (semacam aksi bunuh diri) dan tidak akan membiarkan para prajurit Mughal menyentuh Mewar dan tubuh mereka.

Adegan 3

Perang resmipun dimulai, para prajurit dari kedua belah pihak saling mengejar satu sama lain, mereka saling menyerang satu sama lain dan saling membunuh sebanyak yang bisa mereka lakukan. Beberapa tentara Mughal berhasil menuju ke gerbang benteng dan mendobraknya, para prajurit berhasil masuk ke benteng Rajvanshies, perang ini penuh dengan ayunan dan suara pedang yang saling beradu,

Maan Shing, Todar Mal dan semua saling berkelahi dengan tentara tentara Rajvanshies, mereka saling membunuh, Jalal datang ke medan pertempuran dengan mengendarai kudanya, pedangnya penuh dengan darah, dia sangat marah melihat prajurit Rajvanshies yang sedang bertempur, dan Jalalpun mulai membunuh mereka satu per satu.

Di dalam benteng, semua perempuan Rajvanshies menuju ke sumur yang didalamnya terdapat kobaran api, mereka berdoa untuk Mewar. Di sekitar taman benteng, perkelahian masih terus berlanjut, Jalal melihat salah seorang Rajvanshies yang bertarung dengan tangguh, dia adalah pemimpin pasukan Rajvanshies.

Semua perempuan melompat ke dalam sumur yang penuh dengan api yang langsung membunuh mereka satu per satu, mereka melakukan ‘jauhur’ (aksi bunuh diri), Jalal melihatnya tapi mengabaikannya. Jalal membunuh salah satu pemimpin pasukan Rajvanshies,

salah seorang tentara datang menemui Jalal dan berkata : “Kami akan memberikan nyawa kami tapi kami tidak akan mengatakan padamu dimana Uday dan Kunwar Pratap berada, mereka tidak ada disini, kami tidak akan memberitahukannya padamu” , Jalal langsung membunuh mereka.

Jalal mengatakan pada semua prajuritnya yang tersisa : “Bunuh semua prajurit Rajvanshies ! tak seorangpun boleh hidup !” … tak berapa lama kemudian Jalal mendengar tangisan seorang anak kecil, dalam hatinya berkata sambil menatap ke langit : “Tuhan telah mengambil semua anak anakku tapi Dia tidak bisa mengambil kekuatanku ! aku tidak akan meninggalkan anak ini “

Nah Kira kira Itulah tadi telah kita saksikan artikel mengenai Sinopsis Jodha Akbar Episode 355 yang telah Iberita Unik berikan untuk sobat sekalian. dan tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada sumber artikel. Sekian dan terimakasih dan Jangan Lupa Berkunjung lagi

Topik Populer:

  1. jodha akbar episode 355 (174)
  2. Sinopsis jodha akbar episode 355 (135)
  3. sinopsis jodha akbar 355 (75)
  4. Jodha akbar 355 (45)
  5. jodha 355 (23)
  6. jodha episode 355 (20)
  7. sinopsis jodha akbar kelahiran salim (18)
  8. sinopsis jodha akbar malam pertama (17)
  9. jodha akbar eps 355 (16)
  10. sinopsis jodha akbar eps 355 (14)
  11. sinopsis jodha episode 355 (12)
  12. Sinopsis jodha akbar episode malam pertama (10)
  13. sinopsis jodha akbar saat malam pertama (10)

Related Posts