EntertainmentPolitics

Geger Pinjaman Online Bakal Sebar Data Pribadi, OJK dan Ahli IT Bilang Begini

Berita.ltd – Ekonomi Indonesia

Heboh pinjaman online diduga ancam sebar data pribadi pengguna, OJK dan Ahli IT langsung bereaksi.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 begini, pinjaman online dianggap solusi buat tambahan modal.

Sayangnya, pengajuan pinjaman online gak selalu berjalan mulus.

pinjaman dana
Seperti yang diposting akun Twitter @pinjollaknat.

“Tidak bosan-bosannya untuk menginfokan:

1. Jauhi pinjol.

2. Jangan sembarang mengklik tautan.

3. Jangan sembarang membagikan nomer pribadi.

4. Jangan membagikan data pribadi KTP dsb. Fatal dan sengsara akibatnya.

Menanggapi hal itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ahli IT angkat bicara.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengakses pinjol yang ilegal.

“Masyarakat diminta agar tidak akses pinjaman online ilegal, karena sangat berbahaya,” jelasnya mengutip Kompas.com.

Ia menyarankan, jika benar-benar ingin meminjam uang, pinjamlah ke pinjol yang legal.

“Edukasi masyarakat sangat penting. Butuh pinjaman tapi juga perlu butuh kehati-hatian. Cerdas meminjam,” imbuh dia.

Untuk mengetahui daftar leasing pinjol yang legal dapat diakses ke situs ojk.go.ig, di mana ada nama pinjol yang terdaftar atau berizin di OJK.

Security Digital Trainer, Yerry Niko Borang mengungkapkan bahwa video yang beredar di media sosial itu diduga pihak pinjol sedang menyebar data-data pribadi ke jaringan pinjol mereka.

“Itu sepertinya sedang sebar data-data pribadi ke jaringaan pinjol mereka,” ujar Yerry

Menurutnya, selain menyediakan pinjaman, pinjol juga tertarik dengan data-data pribadi, baik nasabah mereka maupun calon target pasar mereka.

“Untuk nasabah (untuk berjaga-jaga jika tidak bayar), untuk calon target pasar (tujuannya untuk promosi dan ditarik meminjam),” lanjut dia.

Jauhi pinjol!!” cuit akun @pinjollaknat.

Kalau data pribadi kita tersebar oleh pinjol, maka konsekuensinya pemilik data pribadi tersebut akan dispam dengan promosi, iklan, atau pesan lainnya untuk meminjam uang.

“Kemudian, jika sekali masuk akan ditawarin data akan dijual atau disebar ke pinjol-pinjol lain, makanya kita sering dengar seseorang dikejar-kejar beberapa pinjol sekaligus,” tuturnya.

Yerry berharap pemerintah dapat bertindak menekan pencurian dan penyebaran data pribadi ini.

Sebagai upaya tegas dan melindungi hak privasi warganya, terutama data-data privat soal finansial, seperti jumlah atau saldo tabungan.

Selain itu, tanda-tanda kebocoran data pribadi yakni ketika seseorang membeli suatu produk, maka muncul dapat banyak penawaran barang atau jasa yang sama.

Artinya, data pembelian barang/jasa yang harusnya bersifat pribadi tersebar ke mana-mana.

Karena itu, masyarakat harus berhati-hati saat melakukan aktivitas di internet, terutama yang berkaitan dengan data perbankan.

Tetapi, jika pihak pinjaman online sudah sampai menelepon berkali-kali yang termasuk spam, padahal orang tersebut tidak melakukan pinjaman sama sekali, maka satu-satunya cara yang disarankan yakni memblokir nomor pinjol itu.

“Langsung blok aja mendingan, pakai cara manual, karena enggak ada mekanisme untuk unsubscribe juga,” ujar Yerry.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button