Health

IDI Minta Vaksin Nusantara Diselesaikan Secara Ilmiah, Tak Boleh Diselesaikan Secara Politik

Berita.ltd Health – Ketua Ikatan Umum Dokter Indonesia dr Daeng M Faqih membantah sikap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena yang menuding profesionalitas BPOM. Hal ini buntut panjang dari Vaksin Nusantara yang tak kunjung mendapatkan pengakuan dan legalitas dari BPOM.

1423555143

“BPOM sudah sangat profesional dalam mengambil langkah-langkah ilmiah, obat-obatan dan vaksin yang sudah beredar ribuan bahkan mungkin jutaan di Indonesia semua melewati proses hingga mendapatkan izin,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia dr Daeng M Faqih, di Jakarta dalam diskusi during, 19 April 2021.

Menurut dr Daeng, selama ini keputusan DPR tak bisa lepas dengan unsur politik karena memang merupakan lembaga politik. Artinya, DPR tidak memiliki wilayah ilmiah dalam hal pengesahan obat dan vaksi.

“Jadi, vaksin Nusantara harus diselesaikan ilmiah, tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan lain di luar BPOM, ke depan akan terus berulang kejadian serupa,” jelasnya.

dr Daeng menjelaskan, untuk obat dan vaksin sudah menjadi pekerjaan sehari-hari BPOM, maka tidak perlu diragukan kembali keberadaan BPOM yang sudah terbukti memberikan keamanan dan kenyamanan dalam kontek obat dan vaksin.

“Saya mendapatkan kesimpulan, DPR punya hak mengawasi kinerja BPOM, tidak mengambil alih kinerja,” imbuhnya.

Sebelumnya, kontroversi vaksin nusantara yang melanjutkan uji klinis tanpa izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memunculkan aksi saling dukung dan saling tuding dari masing-masing kubu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara menjelaskan sikapnya.

Menkes Budi menegaskan, pada dasarnya Kementerian Kesehatan sangat mendukung setiap riset yang dilakukan anak bangsa. Namun terkait vaksin, masalah keamanan harus menjadi perhatian serius.

“Ada kaidah-kaidah ilmiah dan protokol kesehatan yang baku dan tepat dan itu harus dijalankan. Itu tolong jangan di-cross, jangan di-shortcut, jangan di-cut corners,” katanya dalam diskusi daring, Minggu (18/4/2021).

Sedangkan terkait kontroversi yang muncul, Menkes Budi mengingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan waktu dan energi. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada hal-hal yang ‘saving life’ daripada meributkan sesuatu yang bukan bidang keahliannya.

“Hal ini sifatnya sangat scientific, sangat ilmiah, tidak bisa dicampur-campur, hanya bisa diselesaikan pada tataran ilmiah,” pesannya.

Baca Juga: Simic Gagal Cetak Gol Adu Penalti, Pelatih Tetap Berikan Apresiasi

Menurut Menkes Budi, yang paling tepat untuk membicarakan masalah tersebut saat ini adalah para ilmuwan yang kompeten di bidangnya. Bukan waktu yang tepat untuk membawanya ke ranah yang lain, termasuk politik.

“Biarkan mereka berdebat di tataran ilmiah. Kalau terlalu banyak berdebat di tataran medsos kalau menurut saya juga nggak bener ya,” pungkas Budi

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button