PoliticsReligion

Jokowi Minta BNPB, Menkes, Pemkot Malang Lakukan Langkah Tanggap Darurat Gempa

Memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri PUPR hingga TNI-Polri untuk mengambil langkah-langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (10/4) dan Minggu (11/4).

Berita Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri PUPR hingga TNI-Polri untuk mengambil langkah-langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (10/4) dan Minggu (11/4).

Jokowi Tegaskan

Malang diguncang gempa dengan magnitudo 6,1 yang berpusat di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

“Saya telah memerintahkan kepala BNPB, Basarnas, Menteri Sosial, Menteri kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI-Kapolri beserta aparat terkait lainnya juga pemprov pemerintah kota, kabupaten untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat,” kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (11/4).

Dia juga meminta agar jajarannya hingga Pemerintah Kota/Kabupaten untuk mencari dan menemukan para korban yang tertimpa reruntuhan. Serta melakukan perawatan intensif kepada mereka yang terluka.

Baca Juga : Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur

“Mencari dan menemukan korban yang tertimpa rentuhan, dan melakukan segera perawatan korban yang luka-luka dan penanganan dari dampak adanya gempa bumi tersebut,” ungkapnya.

Kabupaten Malang, Jawa Timur kembali diguncang gempa pada Minggu pagi (11/4) pukul 06:54:58 WIB. Gempa susulan tersebut berkekuatan lebih kecil yakni magnitudo 5.5, ketimbang gempa yang terjadi sehari sebelumnya.

Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan, kekuatan gempa susulan tersebut telah diperbarui menjadi magnitudo 5,3.

Episenter gempa terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang dengan kedalaman 102 km.

“Gempa susulan Jatim pagi ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Pulau Jawa.

Mekanisme sumber gempa menunjukkan terjadinya pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono dikutip dari akun Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu.

Karena hiposenternya cukup dalam, kata Daryono, maka guncangan gempa susulan pagi ini dirasakan pada wilayah luas yakni beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dengan skala MMI yang beragam.

Dia juga memastikan, gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami. “Karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami disamping memang hiposenternya yang cukup dalam, yaitu 102 km,” terang dia.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa lindu yang terjadi pada Minggu pagi ini adalah gempa susulan (aftershock) ke-8 yang terjadi dari gempa utama (mainshock) berkekuatan M 6,1 pada Sabtu kemarin, 10 April 2021.

“Hingga hari Minggu pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 8 kali, dengan magnitudo berkisar 3,1 hingga 5,3,” ucap Daryono

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button