HeadlineHealth

Menjaga Keharmonisan Keluarga Dimasa Masa Pandemi Covid-19

tujuannya untuk terbangunnya hubungan suami istri yang tenang, tentram, penuh kasih sayang (sakinah mawaddah wa rahmah).

Berita.ltd Penting nya Menjaga Keharmonisan Keluarga Dimasa Masa Pandemi Covid-19 ini sangat Penting Supaya Tetap Terjalin Hubungan Yang Istimewa Didalam Berumah Tangga Simak Serangkaian Kata Kata Dibawah Ini Untuk Anda Terapkan Dalam Kehidupan Anda.

Menjaga Hubungan Rumah Tangga Tetap Harmonis

Saat pandemi yang mengharuskan masyarakat berdiam diri di rumah dalam jangka panjang, pada sebagian keluarga akan muncul

ketidakharmonisan karena kejenuhan kerap kali datang.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, tidak dapat dipungkiri konflik rumah tangga pun bisa terjadi. Lalu bagaimana menjaga agar keluarga tetap harmonis di saat pandemi?

Prof Dr Euis Sunarti, Guru Besar Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga IPB University sekaligus Ketua Klaster Ketahanan Keluarga API (Asosiasi Profesor Indonesia), Ketua Penggiat Keluarga (GIGA) Indonesia bagikan tips agar keharmonisan keluarga tetap terjaga saat pandemi.

“Kita perlu menguatkan dan melembagakan nilai dan tujuan berkeluarga serta pentingnya membangun dan memelihara keharmonisan keluarga kepada seluruh anggota keluarga dengan cara yang tepat sesuai kematangan perkembangan setiap anggota keluarga,” ujar Euis dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2020).

Ciptakan suasana keluarga yang nyaman

terbangunnya koherensi, fleksibilitas dan bonding (kelekatan) yang membawa kepada kesabaran setiap anggota untuk bertahan lama (getting along with others) dalam melakukan proses

Pembelajaran dan aktivitas keluarga. Buat setiap individu anggota keluarga merasa “diterima dan dipahami” oleh anggota keluarga lainnya dengan mengembangkan komunikasi asertif dan interaksi yang hangat (warmth interaction).

Pastikan anggota keluarga secara umum merasa puas dengan kehidupan keluarga.

Caranya yakni dengan membiasakan mengekspresikan rasa syukur dan merasa cukup terhadap situasi atau kondisi pemenuhan kebutuhan setiap anggota dan keluarga secara kesatuan.

Bangun lingkungan fisik rumah dan lingkungan yang “home sweet home” sehingga setiap anggota keluarga merasa nyaman dan betah tinggal di rumah. Temukan kearifan-kearifan dari setiap anggota keluarga. Misalnya dengan saling mengerti, memahami, memaafkan, juga mencontohkan menahan marah dan menahan berkata yang akan melukai dan disesali, demikian pula mendorong sifat altruistik dan kesediaan berkorban untuk keluarga.

“Cegah konflik kepentingan antara tujuan keluarga dengan tujuan individu, dan konflik antar anggota keluarga.

Caranya adalah dengan mengalokasikan peran dan sumberdaya secara adil, serta menuntut akuntabilitas peran yang disepakati bersama,” imbuhnya.

Selain itu membangun, memelihara, menguatkan pemahaman dan penerimaan suami istri terhadap pembagian peran, fungsi, dan tugas juga penting, tujuannya untuk terbangunnya hubungan suami istri yang tenang, tentram, penuh kasih sayang (sakinah mawaddah wa rahmah).

Kembangkan pola komunikasi dan interaksi antara orangtua dan anak yang hangat, menerima dan mencintai anak apa adanya.

Latih anak-anak mengelola emosi yang sehat. Orang tua perlu mengarahkan, mendisiplinkan dan menuntut kepatuhan dalam batas-batas yang proporsional.

“Dan ciptakan suasana kasih sayang, penerimaan dan kepedulian antar anak. Kita juga bisa mengembangkan kegiatan atau penugasan yang terbangun pola senioritas yang sehat serta bertanggung jawab,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button