Cerpen

Salah Tingkah Kebawa Petaka

Cerpen Salting Membawa Petaka

 

Sabtu di minggu ini, tidak seperti biasanya kami semua wajib untuk datang ke sekolah. Karena di sekolah kami sedang mengadakan acara sejak hari kamis yang lalu. Tepatnya sejak tanggal 21 april, sekolah kami memperingati hari kartini. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari. Semua siswa diwajibkan untuk datang. Ikut memeriahkan acara.
Untuk hari kamis diadakan lomba-lomba seperti, lomba paduan suara, cipta baca puisi, menghias tumpeng, menggambar wajah kartini, membuat poster, duta kartini dan lain-lain. Hari ini yang mengikuti lomba adalah seluruh siswa siswinya.
Baru pada hari jum’at lomba dikhususkan untuk para anak sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu sekolah kami juga mengadakan acara open house bagi para siswa SMP, mereka bisa melihat dan bertanya-tanya tentang sekolah kami ini.

Hari ini adalah hari terakhir acara dilaksanakan. Kami harus datang pagi-pagi. Setelah kami sampai di sekolah kami berkeliling di sekitar lapangan untuk melihat lomba menghias jilbab.
Setelah kami berdiri cukup lama. Kami melihat ada kakak kelas yang disukai oleh teman kami yang bernama Fitriani. Mungkin sebenarnya tidak suka, hanya mengagumi saja, tapi mungikin ya. kakak kelas itu berdiri di sebelah kami, ia bersama wanita. Tapi kami tidak mengetahui itu siapanya.

Saya bersama Apriani dan Amiroh dengan sengaja membuat teman kami fitriani merasa panas. Saya dan Apriani menyanyikan sebuah lagu untuknya, tetapi lagu tersebut dinyanyikan tidak sampai selesai, seperti kaset rusak yang terus diputar. Alhasil teman kami yang satu ini menjadi cemberut. Ia mengatakan bahwa dirinya lapar. Ah padahal mulai baper.

Lalu, kami bergegas ke kantin, untuk membeli makanan dan minum, dan ternyata di kantin kami bertemu lagi dengan kakak itu. Teman kami pun mengatakan “saya mah males loh sama cewek aja” kami pun hanya tertawa-tawa.
Setelah dari kantin kami menuju lantai 2 karena, teman-teman kami sedang berada disana. Saat kami sedang menghabiskan makanan kami. Ternyata dari bawah terlihat kakak kelas yang di sukai teman kami ini. Kami pun memanggilnya namun beberapa kali tidak terdengar. Saat fitriani menggoyang-goyangkan tas saya yang hendak ia jatuhkan, saya pun berkata “kalau tas saya sampe jatuh, urusannya nyangkut di genteng, kalau udah jatuh pokoknya harus tanggung jawab ambil”. Tidak lama kemudian, Apriani memanggil Kak SENSOR. ketika kakak tersebut menengok langsung terdengar suara gubrak gubrak. Yang pertama gubrakan suara tas saya yang nyangkut di genteng dan yang kedua suara gubrakan fitriani loncat agar tidak terlihat oleh kakak kelas itu. Sayangnya tetap saja kelihatan. Saat melihat tas saya yang nyangkut di genteng sejenak kami pun tertawa. Lalu kami berusaha mengambilnya. Saya berusaha mengambil sapu dan disambung agar mengenai tas saya. Ini masih beruntung walaupun dengan susah payah kami mengambil akhirnya bisa juga. Fitriani yang mengambil kebawah tampaknya sangat malu karena, orang-orang fokus melihatynya termasuk kakak itu.

Tas sudah berhasil diambil, kami menuju ke lapangan lagi untuk melihat. Ternyata ia masih saja bisa kami lihat. Mereka sedang asik menonton, saya secara tiba-tiba tanpa memberitahu mereka pergi terlebih dahulu ke kelas, untuk memberi kertas yang akan di tulis oleh teman saya.

Waktu sudah dzuhur Fitriani dan Apriani sudah berangkat ke masjid terlebih dahulu, mereka solat di masjid yang berada di perumahan yang dekat dengan sekolah, sedangkan saya dan Amiroh solat di musolah sekolah. Setelah kita selesai solat ternyata bertemu lagi dengan kakak kelas itu. Tadinya saya ingin mengatakan “kak ada salam dari Fitriani” tetapi amiroh melarang saya karena ia habis bersalaman dengan kakak tersebut ketika hendak mengambil tas.
Ya hari ini kita buat sejarah baru di sekoalah ini. Mungkin kami adalah orang yang pertama nyangkutin tas di genteng sekolah.

Cerpen Karangan: Lilis Ulfah Andriyani
Facebook: Lilis Ulfah

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button