Cerpen

Sam dan Cerita Cintanya (Nerakanya Mulai Runtuh)

Sam seorang remaja SMA berumur 18 tahun berpenampilan sedikit kampungan dengan memakai kacamatanya. Sifatnya ceroboh, kurang teliti, namun terkadang jenius. Tetapi entah mengapa sam dijauhi teman-teman di sekolahnya. ia seperti diisolasi dalam keramaian sekolah, mungkin itu yang membuatnya agak pendiam.

Kisahnya dimulai ketika ia pulang sekolah, dimana ia ingin cepat menikmati kasur di rumah daripada di sekolah yang ia anggap sebagai ‘neraka tak berujung’.
Seperti biasanya di perjalanan pulang dengan kendaraanya yaitu, Vespa klasik tahun 70an remaja ini selalu membawa kendaraanya dengan cepat. Namun hari ini ia kehausan dan hendak membeli air minum di kedai pinggir jalan.
“bu… aku beli minuman yang ini” ia memberikan uangnya kepada pedagang itu.

Sam yang hendak meneguk tegukan pertama, tiba tiba ia mendengar suara seorang wanita yang sepertinya tak asing di telinganya.
“huust pergi… sana ke pasar, aku bukan daging yang akan kau makan seenaknya..” seorang wanita yang hendak mencoba mengusir seeokar anjing yang menggongginya.
“guk guk…” gonggongan anjing yang semakin menjadi jadi.
Wiiing… Gedebuk, sebuah Tas mengenai kepala binatang itu, anjing itu pun lari terbirit birit.
“Arin, cepatlah pulang,” kau pasti sedang berpikir lebih baik cepat sampai di rumah, daripada berlama lama disini bersama orang yang bahkan kau sendiri tak ingin menyapanya” ucap pria yang sudah berhasil mengusir anjing tadi.
“Baiklah, kau benar sam..” jawab Arin gugup dan rupanya pria itu Sam.
“Aku tau jawaban itu, mestinya kau langsung bergegas” sam yang berjalan mendekat untuk mengambil tas yang ia lempar tadi.
“Astaga, betapa bodohnya aku, memilih melempar tas yang berisi laptop daripada botol air mineral yang ku pegang ini” pikirnya dalam hati yang baru sadar memegang botol di tangan kirinya. Sam memalingkan badan hendak pergi.
“Sam tunggu, terimakasih” ujar wanita itu dari belakang.
“Kau benar atas ucapanmu tadi, tapi sebenarnya…” terhenti sejenak.
“Tapi sebenarnya, dari dulu aku ingin sekali berteman denganmu” lanjutnya.
“Kau populer, jadi untuk apa kau ingin berteman dengan orang yang tidak ada artinya di sekolah” balas Sam sambil memalingkan wajahnya ke arah Arin.
Arin adalah seorang wanita cantik, pintar dan populer di sekolah sikapnya yang lugu membuat teman teman di sekolah menyukainya, namun ia sedikit pemalu.
“Apa arti populer bagimu?”
“bagiku orang orang di sekolah itu aneh, mereka tidak menjunjung kesetaraan, mereka hanya mengikuti orang lain lalu takut dengan keinginan akan hatinya sendiri.” ujar arinda pengan perlahan.
“Kau baik hati, baiklah kau benar, kalau gitu naiklah, kita searah kan?” jawab sam hendak menjalankan motornya. Dengan senyum malu malu Arin pun naik menuruti.

Dalam perjalanan sam bertanya “kenapa kau tidak dari dulu mengatakan semua itu?”
“bukankah kau selalu menghindar” jawab arin.
Sam teringat suatu ketika di sebuah kantin ia hendak melahap bakso, Seorang wanita memandanginya, Sam yang malu karena diperhatikan, memalingkan wajahnya.
“Benar aku selalu memalingkan…” ujar sam terpotong.
“wajahmu yang berkacamata itu” sambar wanita yang ia boncengi itu.

Akhirnya sampai di depan gang dekat rumah Arin, Sam menurunkan wanita itu, Arin mengucapkan banyak terimakasih. Sam, pria berkacamata yang kini hatinya segar, sesegar embun di pagi hari mulai merasakan apa itu perasaan senang yang tak pernah ia rasakan selama di sekolah. Dari atas motor Vespanya, ia mengucap suatu kalimat dalam hati sambil tersenyum.
“Mulai hari ini, sepertinya nerakanya mulai runtuh”

Cerpen Karangan: Kausarz Sabani
Facebook: Kausarz Benarkah
Aku Kausarz sabani manusia yang belum mengerti kenapa manusia sepertiku diciptakan

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button