Religion

Walaupun sudah diperbolehkan Sholat Tarawih Berjamaah tapi perhatikan Adab Nya

Berita.ltd Indonesia Religious

Tahun ini, pemerintah mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid.

Penerapan protokol kesehatan, menjadi syarat utama, bagi pengurus masjid maupun masyarakat.

Selain itu, shalat tarawih berjamaah diimbau hanya diikuti warga sekitar masjid berada.

Dalam keterangan hadist yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Iman Muslim, membersihkan kotoran-kotoran yang ada di masjid, adalah hal yang utama.

“Meludah di dalam masjid itu adalah suatu perbuatan dosa dan tebusannya adalah menguruknya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kedua, menjaganya dari bau tidak sedap dari mulut orang-orang yang shalat.

“Barangsiapa yang memakan buah pohon ini (yakni bawang putih) maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami.” (HR. Al-Bukhari no. 853 dan Muslim no. 561-68).

Begitu pula dalam aturan beribadah di masjid. Islam mengajarkan pula adab atau tata cara yang baik ketika hendak memasuki masjid.

Ketiga, menjauhi jual beli di dalam masjid, hal ini berdasarkan larangan Nabi SAW.

Keempat, tidak meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid.

“Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (yakni Madinah), niscaya akan kupukul kalian berdua karena telah berani meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari no. 470)

Kelima, hendaknya shalat dua raka’at ketika baru masuk masjid (sebelum duduk).

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714).

Ketiga, menjauhi jual beli di dalam masjid, hal ini berdasarkan larangan Nabi SAW.

Keempat, tidak meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid.

“Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (yakni Madinah), niscaya akan kupukul kalian berdua karena telah berani meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari no. 470)

Kelima, hendaknya shalat dua raka’at ketika baru masuk masjid (sebelum duduk).

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714).

Keenam, tidak boleh keluar masjid setelah dikumandangkannya adzan.

“Kami bersama-sama dengan Abu Hurairah Radhiyallahu anhu di dalam masjid, kemudian muadzdzin mengumandangkan adzan, lantas ada seseorang berdiri dan keluar dari masjid, maka Abu Hurairah Radhiyallahu anhu mengawasinya dengan pandangannya sampai orang itu keluar dari masjid. Setelah itu Abu Hurairah berkata: ‘Orang itu benar-benar telah mendurhakai Abul Qasim (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (HR. Muslim no. 655).

Ketujuh, membaca do’a ketika berjalan menuju masjid.

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (apabila) pergi menuju masjid beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengucapkan do’a: ‘Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di mataku, cahaya dari belakangku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah berikanlah aku cahaya’.” (HR. Al-Bukhari no. 6316 dan Muslim no. 763-191).

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button